Konfigurasi Timings RAM Mode Manual

Maret 04, 2018

Konfigurasi Timings RAM Mode Manual

 


Artikel membahas tentang : cara setting RAM di BIOS, setting RAM mode Manual, hal penting dalam seting memory secara manual.

Sementara pilihan setting AUTO dan BY SPD - artikel sebelumnya, rasanya tak memerlukan penjelasan yang panjang, maka paragraf dibawah ini akan merupakan penjelasan (singkat) tentang setting MANUAL dalam konfigurasi RAM.

Di dalam prakteknya, melakukan setting RAM secara manual hanyalah “mudah” saja, yaitu dengan mengganti nilai lama suatu Latency dengan nilai yang baru sesuai keinginan user. Tetapi langkah “mudah” ini memerlukan pengetahuan tentang cara kerja RAM serta prosedur pelaksanaan yang cukup memakan waktu, melelahkan.

Harus diketahui bahwa kesalahan disini bisa berakibat fatal, baik untuk motherboard atau modul RAM itu sendiri.

Yang harus diperhatikan

Dari sisi modul RAM mesti diperhatikan hal-hal berikut :
  • Tidak setiap modul RAM bisa dioperasikan pada clock yang lebih tinggi.
  • Tidak setiap modul RAM bisa dioperasikan pada tegangan yang lebih tinggi.
  • Tidak setiap modul RAM bisa tahan dioperasikan pada temperatur lebih tinggi dari normal.
  • Hanya modul RAM yang didesain untuk menerima overclocking, akan memberikan keleluasaan dalam konfigurasi.
Dari sisi motherboard mesti diperhatikan hal-hal berikut :
  • Tidak setiap motherboard memungkinkan user mengubah Timing atau Latency RAM secara manual.
  • Tidak setiap motherboard bisa beroperasi dalam Timing yang sangat rendah.
  • Tidak setiap motherboard bisa dikonfigurasi untuk berjalan pada clock-memory yang lebih tinggi.
  • Tidak setiap motherboard bisa dikonfigurasi untuk beroperasi pada voltage/tegangan-memory (Vmem) lebih tinggi.
  • Hanya motherboard yang didesain untuk menerima overclocking, akan memberikan keleluasaan dalam konfigurasi.
Sehubungan dengan hal di atas, sebenarnya setting RAM menggunakan mode Manual hanya ditujukan pada modul RAM (dan motherboard) yang memang didesain untuk overclocking (OC). Sebab pabrik mendesain nya dengan memberi rate yang lebih tinggi dibanding rate pada RAM (motherboard)-reguler untuk beberapa karakter misalnya rate-tegangan, clock, temperatur-operasi dll. Sehingga setting-manual akan leluasa dan lebih aman. Dan pabrik menjamin hal ini sampai batas maksimum yang disebutkan.

Meski demikian kadang setting manual berhasil diterapkan juga pada RAM (motherboard) kelas reguler. Tentu harus disertai “ekstra hati-hati” dalam melaksanakannya.

Cara Setting Manual

  1. Sediakan dua software yang bisa membantu dalam melakukan setting RAM mode Manual, yaitu CPU_Z dan Mem_Test. Download CPU_Z  -  download Mem_Test. 
  2. Catat angka Latency yang tertera pada label RAM (jika ada). Pastikan slot-RAM no.1 terisi modul RAM.
  3. Set BIOS pada By SPD (jika ada) atau pada Auto.
  4. Hidupkan komputer, kemudian jalankan software Mem_Test untuk memastikan kondisi internal modul RAM adalah baik, tidak ada matrix yang rusak. Ikuti petunjuk dari Mem_Test.
  5. Jalankan CPU_Z, buka tab- SPD, catat angka-angka Latency nya. Jika menggunakan modul lebih dari satu, catat juga angka latency modul RAM lainnya dengan memilih kotak-slot pada CPU_Z.
  6. Sekarang perhatikan catatan angka latency, jika menggunakan lebih dari satu modul RAM, pilih modul yang angka latencynya paling besar. Modul ini harus ditempatkan pada slot-RAM no.1 (satu), dan  akan digunakan sebagai patokan konfigurasi Manual.
  7. Restart komputer, masuk BIOS, dan ubah seting DRAM configuration menjadi Manual.
  8. Sambil melihat catatan, turunkan angka Latency 1 (satu) angka lebih rendah. Mulai saja dari angka tCL (CAS Latency). Save BIOS, dan masuk Windows, periksa dengan CPU_Z. Apakah angka yang diubah bisa muncul di CPU_Z ? jika ada berarti settingan bisa diterima oleh sistem. Restart komputer masuk BIOS dan ulangi dengan mengubah angka latency pada tRC misalnya, step ini harus diulang untuk angka latency yang lain. Memang membutuhkan kesabaran yg tinggi, inilah yang dilakukan para OC-er. Kuncinya ulet & sabar.
  9. Dengan resiko Anda sendiri, bisa saja masuk BIOS dan langsung ubah semua angka latency, save BIOS dan masuk Windows. Jika sistem hanya kelas reguler, akan sangat beresiko.
  10. Jika perubahan angka Latency tidak bisa diterima oleh sistem, mungkin perlu mencoba mengubah clock-rate (FSB) slot RAM jika motherboard memungkinkan hal ini. Barangkali juga perlu dicoba menaikkan tegangan RAM, inipun jika memungkinkan.
  11. Selalu awasi perubahan Temperatur modul RAM yang terpasang di slot.
  12. Dalam melakukan step-step diatas, harus tetap diperhatikan paragraf  "Yang Harus Diperhatikan" diatas. Kerusakan yang mungkin timbul menjadi tanggung jawab Anda sendiri.
  13. Setelah semua selesai, cubalah lakukan "benchmark" pada sistem Anda. akan bagus sekali jika sebelumnya memiliki catatan (rekaman) hasil benchmark sebelum konfigurasi RAM. Jadi bisa melihat perubahan performance sebelum dan sesudah konfigurasi Manual. Banyak software benchmarker yang bisa digunakan.
Langkah diatas diasumsikan bahwa Anda menggunakan modul RAM (motherboard) reguler. Jika RAM (dan Motherboard) dari kelas OC, akan lebih leluasa lagi, dan cukup sekali masuk BIOS, langsung ubah semua angka latency, dengan berpedoman pada label RAM. Jadi relatif lebih cepat dan jelas lebih aman.

 

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Komentar
Konversi Code
Disqus
Silahkan Berkomentar Dengan