Pengertian SPD Dalam RAM

Maret 04, 2018

Pengertian SPD Dalam RAM

 

SPD - Serial Presence Detect adalah cara standar untuk secara otomatis mengakses informasi mengenai modul memori komputer. Istilah ini biasa muncul pada menu BIOS sebagai "By SPD" dalam menu DRAM Configuration.

Pada RAM jenis (lama) SIMM (72-pin) peng-kodean (encode) informasi tentang modul RAM ini disebut Paralel Presence Detect (PPD) informasi nya hanya sedikit (5 bit), tetapi pada DIMM standar (168-pin) diubah menjadi Serial Presence Detect (SPD) untuk meng-kodekan informasi yang lebih banyak.

Informasi Data SPD

Jadi, SPD adalah fitur di dalam (hardware) memory atau RAM yang memungkinkan komputer (BIOS) untuk mengetahui jenis memori yang terpasang, dan juga Timing (standar) yang digunakan untuk mengakses memori.
  • Informasi data SPD disimpan di dalam satu chip kecil SPD-ROM pada modul memory (RAM)- lihat gambar.
  • Informasi ini dibuat oleh pabrik modul memory RAM.
  • Informasi SPD berisi konfigurasi Timing (Latency) yang dijamin aman (pabrik) untuk modul memory RAM tsb.
  • Dengan data inilah komputer (BIOS) bisa mengenali jenis karakter RAM yang terpasang, dan bagaimana memperlakukannya.
Ketika komputer di-ON kan, akan dimulai dengan melakukan power-on self test (POST). Proses ini mencakup mengkonfigurasi secara otomatis untuk hardware yang ada. Umumnya komputer mendeteksi perubahan hardware secara otomatis juga. Tetapi cara pendeteksian ini bisa dikontrol dari BIOS. Termasuk kontrol bagaimana komputer menggunakan data SPD pada modul memory, dan memilih setting yang akan digunakan. Bahkan untuk me-modifikasi Timing memory, atau mungkin untuk merubah angka data SPD (overclocking).

Sejalan dengan perkembangan teknologi, maka beberapa perusahaan juga mengembangkan data informasi SPD sesuai dengan kepentingan masing-masing.








Enhanced Performance Profiles (EPP)

User sering menghabiskan waktu “meng-otak-atik” timing memory secara manual untuk meraih kecepatan memory (sistem) yang lebih tinggi.

  • EPP (Enhance Performance Profiles) adalah perluasan SPD, dikembangkan oleh nVidia dan Corsair.
  • Berisi informasi tambahan untuk kinerja operasi yang lebih tinggi bagi DDR2, tentang tegangan RAM dan timing non-standar SPD.
  • Informasi EPP disimpan dalam chip-SPD yang sama, tetapi dalam byte lain yang belum digunakan oleh standar SPD DDR2.
  • Parameter EPP khusus dibuat agar sesuai dengan kontroler memori pada chipset nForce-5, nForce-6 dan nForce-7.
  • NVidia mendukung EPP dengan menu BIOS pada motherboard dengan high-end chipset.
  • Fitur chipset nya diberi nama "overclocking satu-klik " untuk OC tanpa repot. Dengan Modul RAM-EPP/SLI dan motherboard yang support, akan mudah sekali melakukan overclocking (OC) - gambar 1.
  • Modul memori EPP ini dinamai "SLI-ready memory". Merupakan modul RAM dengan kualifikasi dan performa tinggi.
  • Istilah "SLI" ini tidak ada hubungannya dengan “vga card SLI”. Artinya  kita dapat saja menggunakan EPP-SLI memori dengan vga card single (meski non-Nvidia card), atau juga dapat menjalankan multi vga card-SLI tanpa EPP-SLI memori.
  • Versi lebih baru adalah EPP 2.0, yang sudah mendukung modul memori DDR3 juga.

Extreme Memory Profile (XMP)

  • XMP dikembangkan oleh Intel.
  • Diberi nama Extreme Memory Profile (XMP).
  • Merupakan SPD khusus untuk DDR3 dengan timing RAM high performance
  • Informasi XMP juga disimpan dalam chip-SPD yang sama, tetapi dalam byte lain yang belum digunakan dalam standar SPD.

Vendor Specific Memory

Sebuah pengembangan informasi SPD yang “melenceng” (menurut saya :) adalah
  • Penulisan informasi (string) khusus yang digunakan untuk “mengikat” modul memori tertentu harus digunakan pada sistem tertentu pula.
  • Salah satu vendor yang dikenal melakukan ini adalah Fujitsu Technology Solutions.
  • Hal ini bisa mengakibatkan penambahan modul memori yang berbeda untuk sistem (tertentu) akan menghasilkan penolakan atau menimbulkan kelainan (seperti harus menekan F1 pada setiap boot).
  • Penjelasannya : jika suatu sistem yang didesain untuk menggunakan modul RAM dengan string-khusus ini, kemudian pada sistem tsb. dipasang RAM tanpa memiliki string-khusus, maka RAM tsb. akan ditolak oleh sistem ybs.      Repot juga :(
Jika ada hal yang kurang dipahami, lihat box Artikel terkait dibawah artikel ini, klik text-link yang tersedia.

 

Artikel Terkait

Next Article
« Prev Post
Previous Article
Next Post »
Komentar
Konversi Code
Disqus
Silahkan Berkomentar Dengan